Minggu, 14 Juli 2013

Ust. Prof. Dr. Ing. Fahmi Amhar, PhD : Dakwah, Sebuah Panggilan

Filled under:

Fahmi Amhar adalah seorang peneliti di LIPI Bogor, Prof. termuda bidang geospasial, Prof. pertama di Indonesia bidang sistem Informasi geospasial. Saat ini beliau bekerja sebagai pejuang syariah dan khilafah, beliau salah satu inspirator saya, dan semoga saya bsa menjadi peneliti bidang biologi yang menjadi pejuang syariah dan khilafah juga. hehe aamiin

Ust. Dr. Ing. Fahmi Amhar (Anggota DPP HTI)
Pertama kali aku berdiskusi dengan HT, aku cenderung menolak, karena aku mendapat kesan, “ini orang kok ngomong Negara Islam seperti semudah membalik tangan,…
Aku Fahmi Amhar. Lahir tahun 1968 di Magelang. Berasal dari keluarga besar Nahdliyyin.  Pakdhe-ku itu murid KH Hasyim Asy'ari, pendiri NU, dan sempat 6 tahun mengajar di Tebu Ireng. Ayahku secara politisi Masyumi. Namun beberapa kakakku ikut Muhammadiyah. Di SMP aku dapat mentor seorang aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Waktu SMA aku ikut bergabung dengan PII, Pelajar Islam Indonesia, hingga aku menamatkan sekolah tersebut pada 1986.
Aku kemudian melanjutkan di Jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung. Aku suka ikut kajian-kajian di Masjid Salman ITB. Namun hanya berjalan satu semester karena aku mendapat beasiswa dari Overseas Fellowship Program (OFP) Ristek yang dikenal dengan “Program Habibie” untuk menempuh studi di Austria.
Pertama Kontak
Di Eropa aku tetap konsern terhadap permasalahan Islam dan umatnya. Saat itu, aku suka dengan khutbah Jum'at yang khatibnya orang Ikhwanul Muslimin. Aku pernah mengagumi banyak pemikiran dari al-Maududi sampai Yusuf Qardhawi.  Akupun pernah ikut khuruj bersama teman-teman Jama'ah Tabligh.  
Di sana pulalah pertama kali aku kontak dengan orang-orang HT, tepatnya di Kota Wina, Austria tahun 1990. Tentu saja saat itu aku belum tahu bahwa mereka aktivis HT. Yang jelas mereka membicarakan topik-topik Negara Islam atau Khilafah.
Pada saat pertama kali aku berdiskusi dengan HT, aku cenderung menolak, karena aku mendapat kesan, “ini orang kok ngomong Negara Islam seperti semudah membalik tangan? Padahal kan prosesnya pasti panjang, rumit dan berliku”.
Namun mereka tetap sabar melayaniku dan mengajakku  mengikuti kajian umum tentang berbagai hal, seperti bagaimana memahami dan menyikapi perbedaan mazhab, tentang fiqih perempuan, lalu tentang kasus Bosnia yang tahun 1991 itu sedang marak, dan isu hangat lainnya.
Para peserta diberikan kebebasan bertanya dan bahkan mendebat. Lama-lama aku tertarik ketika mereka menjelaskan bagaimana umat Islam itu kini bisa terpuruk, padahal dulu pernah menjadi mercusuar peradaban dunia.  
Menurutku, penjelasan HT dalam masalah ini adalah yang paling logis, komprehensif, runtut dan mendalam yang pernah aku temui. Tidak sekadar simplikasi seperti “Umat terpuruk karena meninggalkan Alquran dan Sunnah” atau “Umat terpuruk akibat penjajahan”.   
Jawaban-jawaban mereka bisa memuaskanku seperti pertanyaan “Bagaimana ya umat yang dulu dibangkitkan oleh Rasulullah itu bisa berangsur-angsur meninggalkan apa yang membuat mereka bangkit?  Mengapa mereka jadi bisa dijajah?”.
Aku pun sangat terkesan dengan  tingkat kecerdasan politis-spiritual yang tinggi para aktivis HT. Tentu saja aktivis HT juga ada bermacam-macam sebagaimana di semua komunitas.  Namun aku pikir, tingkat kecerdasan politis-spiritual aktivis HT memang ada di atas rata-rata.
Yang aku maksud tingkat kecerdasan politis-spiritual adalah bahwa mereka memiliki sikap kritis yang tinggi atas segala fenomena sosial, baik di tingkat lokal maupun di dunia internasional, dan itu selalu dihubungkan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan  para Shahabat ra.  
Masalah shalat misalnya, pada awalnya adalah masalah ibadah, bukan politik.  Tapi bagaimana mengupayakan agar orang-orang bisa shalat, baik di pabrik maupun di mall, itu pasti memerlukan upaya-upaya politik.  Demikian juga untuk kewajiban Islam yang lain.
Terpanggil
Aku pernah dua tahun terpaksa sekamar dengan orang Nasrani, bahkan juga dengan orang komunis. Mau tak mau pernah bergulat dengan pemikiran: mengapa aku harus percaya dengan Islam. Di sinilah aku kemudian melihat kajian thariqul Iman yang diberikan HT sangat memuaskan secara rasional dan menenangkan jiwa.
Di samping itu, yang semakin membuatku terkesan, mereka berdakwah sebagai panggilan, bukan sebagai profesi untuk mencari penghidupan. Jadi aktivis HT biasanya memiliki profesi yang dengan itu mereka menghidupi dakwahnya.
Mereka pun begitu  unik. Karena hanya dapat dikenali dari pemikiran atau sikapnya, bukan dari wujud fisik seperti bentuk pakaian atau tempat pertemuan yang eksklusif.  Sehingga aku berfikir inilah wadah yang pas untukku berjuang. Akhirnya pada 1995 aku pun memutuskan untuk bergabung dengan HT Austria. [] seperti dikisahkan fahmi amhar kepada joko prasetyo

Posted By oscarifin23.33

DUNIA DIBAWAH NAUNGAN KAPITALISME

Filled under:

Bagian 1: MASA LALU YANG INDAH.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.Setiap pagi ayah pergi bekerja. Sedangkan ibu membacakan Al-Quran, dan menceritakan kisah-kisah pahlawan Islam.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.Para petani menggemburkan sawahnya, menjaga ketahanan pangan negara kami, menjamin tidak ada yang kelaparan di tanah ini.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.Para ulama mengajarkan ilmu, dan menulis kitab untuk diwariskan pada generasi berikutnya.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.Para ilmuwan di negara ini, senantiasa menyumbangkan hasil penemuannya untuk perkembangan peradaban kami.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.Para arsitek di negara ini, membangun masjid-masjid dengan kubah yang berkilauan, dengan lantai yang bekerlipan, dengan ornamen-ornamen yang menawan, dengan sistem akustik yang belum pernah ditemukan.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.Aku dan kawan-kawanku, selalu berlarian riang setiap berangkat ke sekolah.Kami, selalu tertawa girang saat bermain dokter-dokteran, dan anak lelaki, selalu bersemangat saat bermain perang-perangan.
Sampai kemarin, semuanya baik-baik saja.

Bagian 2: PENJAJAHAN OLEH KAPITALISME.
Namun, hari ini, semuanya berubah.Sekawanan penjahat datang merenggut kebahagiaan kami.
Aku tidak bisa lagi tertawa riang bersama teman-temanku.Setiap hari, kami hanya menangis.
Setiap hari ayah bekerja semakin keras, sampai tidak punya waktu lagi untuk bermain denganku.
Ibu bilang, ayah terpaksa meninggalkanku demi mencari sesuap nasi. Tapi apakah hidup memang harus sesulit ini?
Padahal, dulu tidak begini.
***
Aku jadi tidak mengerti.
Kenapa sekarang yang aku lihat hanya penderitaan?
Kenapa di mana-mana yang kudengar hanya tangisan?
Kenapa di mana-mana, yang aku rasakan hanya kehancuran?
Kenapa? Kenapa begini?
Apakah hidup memang harus sesulit ini?
***
Kenapa aku harus kehilangan kasih sayang ibu?
Kenapa ibu harus bekerja seharian, dan menitipkanku pada pengasuh?
Kenapa ibu lebih menyayangi pekerjaannya daripada aku?
Setiap kutanya, ibu selalu menjawab: ‘Nak, ibu bekerja untuk kebaikanmu juga. Untuk membelikan mainan dan pakaian yang bagus’
Tidak, Bu.Aku tidak mau pakaian dan mainan yang bagus. Yang aku mau, ibu ada di sini, menemaniku bermain, dan mendidikku menjadi anak sholehah.
***
Apakah hidup harus sesulit ini?
Dulu, aku dengar, di Palestina, seorang ayah harus berkeliling kota seharian hanya untuk mencari air bersih buat minum keluarganya. Tapi semua sumber air telah dikotori dengan racun oleh Israel.
Di sana, anak-anak harus kehilangan ayah dan ibunya. Kasihan sekali mereka. Siapa yang menjaga dan menyayangi mereka jika ayah ibunya telah tiada?
Di sana, anak-anak ditembaki di pangkuan ayahnya.
Mayat-mayat bergelimpangan.
Darah berhamburan.
Potongan tangan, kaki, kepala, berserakan.
Apakah hidup harus seperti ini?
***
Sekarang.Aku takut tumbuh besar menjadi remaja.
Bagaimana aku menjalani masa remajaku nanti? Sekarang saja, banyak remaja yang sudah tidak gadis lagi. Bahkan sudah banyak yang menggugurkan kandungan.
Sekarang, banyak remaja yang kecanduan obat terlarang.Aku takut, bagaimana jika aku tumbuh jadi remaja nanti.
Apakah aku akan terjerumus seperti mereka?
***
Bagian 3: MENANTI BISYARAH.
Apakah aku sanggup menghadapi hidup?Dunia semakin kejam. Aku takut. Aku takut. Aku takut….!
Sekarang aku terkurung di sini.Dalam kehidupan yang serba rusak ini.Aku terkurung di sini.Dalam masa depan yang tidak jelas ini.Aku terkurung di sini.Aku takut.Di sini gelap.Tidak ada cahaya.Bagaimana aku menghadapi masa depanku?Bagaimana?Aku takut…Bagaimana jika mereka menyiksaku?Bagaimana jika mereka membunuhku?Bagaimana jika penjajah itu datang ke sini, dan merusak segalanya.
Aku takut….Tidak adakah yang mendengar teriakanku?Aku takut…
Tolong aku.Selamatkan aku…
Aku takut….
Siapa yang mendengarku?Apakah tidak ada lagi orang beriman di bumi ini?
Tolong aku…Dimana kalian wahai orang-orang beriman?
Tolong…Di sini gelap…Aku takut….
Tidak adakah orang beriman di sini?Tidak adakah yang peduli pada deritaku?Tolong….

Posted By oscarifin23.05

Selasa, 13 Desember 2011

Pemilihan Ketua Angkatan 2011

Filled under:

WE NEED A CHANGE!!
CALON KETUA ANGKATAN 2011
Nama                        : Akhmad Arifin
Tempat, tanggal lahir  : Cilacap, 22 Juni 1995
Kewarganegaraan       : Indonesia
Agama                       : Islam
Alamat                       : Jl. Slamet Riyadi 947 Kroya-Cilacap
Jejaring Sosial            : Twitter @oscarifin
                                  Facebook  Akhmad Arifin
                                  Blog : www.justarifin.tumblr.com
Aktivitas                     : Berburu pahala dan memperbaiki diri, mencari ridho ilahi dan berusaha istoqomah di Jalan-Nya
Riwayat Pendidikan     : SD Negeri 1 Mergawati th. 2006
                                  SMP Negeri 1 Nusawungu lulus th. 2009
                                  Akselerasi MA Multiteknik Asih Putera 2011
                                  Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman
Pengalaman Organisasi: - Seksi kedisiplinan OSIS MA Multiteknik Asih Putera
-       Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Fakultas Biologi UNSOED
-       Anggota KAMMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Komisariat Soedirman
-       Anggota UPI Fakultas Biologi UNSOED
-       Anggota Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi se-Indonesia(IKAHIMBI)

Posted By oscarifin18.43